KDM Mania Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kesakralan HUT ke-81 Kemerdekaan RI


Karawang, JagatNusantara.co.id

Ketua Relawan KDM Mania, Atma Wijaya, yang akrab disapa Kang Peloy, menyoroti perkembangan konten para kreator di berbagai platform media sosial, mulai dari Instagram, TikTok hingga Facebook, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, dalam perkembangan media sosial saat ini, banyak masyarakat menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah melalui konten-konten yang diunggah di akun pribadi masing-masing. Berbagai kritik tersebut merupakan bagian dari ekspresi masyarakat dalam menyampaikan pandangan terhadap kondisi bangsa dan pemerintahan.

Namun, Kang Peloy mengingatkan agar kekecewaan terhadap pemerintah tidak sampai menghilangkan makna dan kesakralan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai momentum 17 Agustus seharusnya menjadi waktu bagi seluruh masyarakat untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

“Kita boleh kecewa kepada pemerintah, tetapi jangan kau lukai hari kemerdekaan. Hari kemerdekaan adalah hari yang sangat sakral, di mana para pejuang meneteskan darah agar anak cucunya bisa hidup aman tanpa khawatir perang,” ujar Kang Peloy.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang masih menunjukkan kekecewaan di tengah momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bentuk kontrol masyarakat, tetapi harus disampaikan secara bijak, konstruktif, serta tidak mengurangi rasa hormat terhadap perjuangan para pahlawan.

Kang Peloy juga mengajak masyarakat pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk sejenak menundukkan kepala dan mengenang jasa para pahlawan. Mereka, kata dia, rela meninggalkan keluarga, mempertaruhkan keselamatan, bahkan mengalami berbagai penderitaan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

“Di hari kemerdekaan ini, seharusnya kita menundukkan kepala untuk mengenang para pahlawan yang rela meninggalkan keluarganya dan mempertaruhkan badan demi perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara KDM Mania, Dewi Petir, turut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap berpikir positif dan realistis dalam menyikapi berbagai persoalan di era pemerintahan saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Dewi Petir berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk bekerja lebih maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan pada era sekarang harus diwujudkan melalui upaya membebaskan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, serta berbagai persoalan yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Harapan kemerdekaan di era sekarang, di usia yang ke-81 ini, pemerintah harus lebih ekstra membebaskan rakyat dari kebodohan dan kemiskinan serta menyatukan bangsa,” kata Dewi Petir.

KDM Mania juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan. Perbedaan pandangan terhadap pemerintah, menurut mereka, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk saling memecah belah.

“Mari kita terus bersatu, berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, KDM Mania berharap masyarakat dapat menggunakan media sosial secara lebih bijak. Kritik tetap dapat disampaikan, tetapi semangat persatuan, penghormatan kepada para pahlawan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menjadi landasan bersama.


(Laporan: Siti Romidah)