Panglima TNI dan Panglima Militer Thailand Perkokoh Kerja Sama Strategis Demi Stabilitas ASEAN


JAKARTA, JagatNusantara.co.id

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call/CC) Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand atau Chief of Defense Forces of the Royal Thai Armed Forces (CDF RTARF), General Ukris Boontanondha, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan sekaligus meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Thailand dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan yang semakin dinamis.

Kunjungan resmi itu diawali dengan prosesi penyambutan melalui jajar kehormatan dan upacara militer yang berlangsung khidmat. Tradisi militer tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada tamu negara sekaligus mencerminkan eratnya hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Royal Thai Armed Forces (RTARF). Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang rangkaian kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mabes TNI.

Dalam pertemuan tertutup, kedua Panglima membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kerja sama pertahanan. Pembahasan mencakup peningkatan latihan bersama, pertukaran personel militer, pengembangan pendidikan dan pelatihan, serta penguatan komunikasi strategis antarlembaga pertahanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit kedua negara.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas hubungan yang selama ini terjalin dengan baik antara TNI dan RTARF. Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun melalui berbagai program bersama menjadi fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan dan menciptakan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. Hubungan yang harmonis tersebut juga dinilai terus berkembang seiring meningkatnya intensitas komunikasi dan kolaborasi antarkedua institusi militer.


"Saya merasa senang melihat semangat kebersamaan dan saling pengertian yang terus tumbuh melalui latihan bersama, pertukaran personel, serta dialog strategis. Semoga sinergi ini semakin kokoh dan membawa manfaat yang lebih besar bagi kedua negara," ungkap Panglima TNI di hadapan delegasi kedua negara.

Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung implementasi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif melalui kerja sama pertahanan yang konstruktif. Menurutnya, diplomasi militer memiliki peran penting dalam membangun rasa saling percaya, memperkuat hubungan bilateral, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perdamaian dan stabilitas keamanan regional maupun internasional.

Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Thailand selama ini telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti latihan militer bersama, pertukaran pengalaman antarprajurit, dialog strategis tingkat tinggi, hingga kerja sama pendidikan militer. Program-program tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkuat koordinasi, serta menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang di kawasan ASEAN.

Usai pelaksanaan Courtesy Call, Panglima TNI bersama General Ukris Boontanondha melaksanakan facility tour ke Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Thailand memperoleh penjelasan mengenai organisasi, tugas, kemampuan operasional, serta kesiapan Koopsus TNI dalam mendukung pelaksanaan berbagai operasi strategis dan penanggulangan ancaman terhadap keamanan nasional.

Kunjungan ke Koopsus TNI juga menjadi sarana bertukar informasi dan pengalaman mengenai pengembangan kemampuan pasukan khusus di masing-masing negara. Melalui dialog yang terbuka, kedua belah pihak berharap dapat memperluas peluang kerja sama pada bidang pelatihan, peningkatan kapasitas personel, serta pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi kedua institusi pertahanan.

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Thailand untuk terus memperkuat diplomasi militer yang dilandasi semangat persahabatan, saling menghormati, dan kepentingan bersama. Hubungan yang semakin erat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya kawasan ASEAN yang aman, damai, stabil, dan mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan secara bersama-sama.

Melalui penguatan kerja sama strategis ini, Indonesia dan Thailand menunjukkan bahwa hubungan pertahanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan militer, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan, mempererat persahabatan antarnegara, serta menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan demi kepentingan bersama di masa depan.


(Laporan: Yusuf Abdilah)