Karawang, JagatNusantara.co.id
Kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahap yang semakin dinamis. Sejumlah tokoh masyarakat turut mengambil bagian dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut, salah satunya Abdullah yang akrab disapa Ejot. Ia maju sebagai calon anggota BPD mewakili Dusun Cibanjar dengan membawa semangat perubahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Abdullah hadir dengan mengusung slogan "Berani, Peduli, dan Melayani" sebagai landasan utama dalam membangun komunikasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, BPD merupakan lembaga strategis yang menjadi jembatan antara pemerintah desa dan warga sehingga harus diisi oleh sosok yang memiliki integritas, kepedulian, dan kemauan untuk bekerja secara nyata.
Dalam pencalonannya, Abdullah menawarkan tiga program prioritas yang diyakini mampu menjawab kebutuhan masyarakat Dusun Cibanjar maupun Desa Ciparage Jaya secara umum. Program tersebut disusun berdasarkan berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat dan diharapkan dapat direalisasikan melalui sinergi dengan pemerintah desa.
Program pertama adalah pembenahan sistem pengelolaan sampah. Menurut Abdullah, persoalan kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Ia menilai pengelolaan sampah yang lebih baik akan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Selain itu, Abdullah juga menyoroti pentingnya peningkatan penerangan jalan umum. Keberadaan lampu penerangan dinilai memiliki peran besar dalam meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari. Ia berharap pemerataan fasilitas penerangan dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan desa.
Program berikutnya adalah memperkuat advokasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pelestarian lingkungan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian sosial dan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar pembangunan desa berlangsung secara berkelanjutan.
"Menjadi anggota BPD bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang amanah dan tanggung jawab untuk mendengar, memperjuangkan, serta mengawal aspirasi masyarakat," ujar Abdullah, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan, apabila diberikan amanah oleh masyarakat, dirinya akan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, kepedulian, dan pelayanan. Abdullah juga berkomitmen membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya agar setiap aspirasi warga dapat ditampung dan diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.
Di sisi lain, Abdullah mengajak seluruh masyarakat Desa Ciparage Jaya untuk menjaga persatuan dan kebersamaan selama proses pemilihan BPD berlangsung. Ia berharap pesta demokrasi desa dapat berjalan dengan aman, tertib, damai, dan penuh rasa kekeluargaan tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Ia optimistis, melalui kerja sama antara masyarakat, BPD, dan pemerintah desa, berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan secara bertahap. Abdullah berharap kepercayaan masyarakat nantinya menjadi awal untuk mewujudkan Dusun Cibanjar dan Desa Ciparage Jaya yang lebih bersih, terang, maju, berdaya, dan bermartabat.
Sebagai lembaga perwakilan masyarakat di tingkat desa, BPD memiliki fungsi penting dalam menampung dan menyalurkan aspirasi warga, membahas serta menyepakati peraturan desa bersama pemerintah desa, hingga melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa. Karena itu, kehadiran anggota BPD yang memiliki komitmen, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Desa Ciparage Jaya di masa mendatang.
Pelaksanaan pemilihan BPD Desa Ciparage Jaya pun diharapkan menjadi momentum lahirnya para wakil masyarakat yang mampu bekerja secara profesional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan warga. Dengan semangat kebersamaan, proses demokrasi desa diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu mendorong pembangunan desa yang lebih baik dan berkelanjutan.
(Laporan: Siti Romidah)