KARAWANG, JagatNusantara.co.id
Perjuangan dua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemiri II, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang setiap hari berjalan kaki lebih dari tiga kilometer untuk berangkat ke sekolah mendapat perhatian luas dari masyarakat. Aksi kedua siswa tersebut menjadi viral setelah videonya beredar di media sosial dan memperlihatkan kondisi jalan berbatu yang harus mereka lalui demi memperoleh pendidikan.
Video tersebut memantik rasa simpati dari berbagai kalangan yang tersentuh melihat semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejumlah unsur masyarakat yang tergabung dalam Karawang Peduli bergerak cepat memberikan bantuan kepada kedua siswa tersebut. Bantuan yang diberikan berupa dua unit sepeda gowes yang diharapkan dapat membantu dan mempermudah akses perjalanan mereka menuju sekolah setiap hari. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus dukungan moral bagi anak-anak yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis (4/6) dengan mendatangi langsung kediaman keluarga penerima manfaat di Desa Kemiri. Dua unit sepeda tersebut dikirim menggunakan satu unit ambulans yang disiapkan oleh tim Karawang Peduli.
Kehadiran rombongan disambut antusias oleh keluarga dan warga sekitar yang turut menyaksikan proses penyerahan bantuan. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Direktur Utama GC, Lili Ghazali, S.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Golkar, Abi Azis, aktivis sekaligus mantan Ketua KNPI, Lukman N. Iraz, pegiat lingkungan Sungai Cilamaya Muslim Hafist Alisa atau Gus Chim, serta unsur organisasi kemasyarakatan dan pemerintah desa setempat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap persoalan pendidikan dan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Direktur Utama GC, Lili Ghazali, menyampaikan bahwa bantuan sepeda gowes tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajar kedua siswa yang tetap berangkat ke sekolah meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan.
Menurutnya, perjuangan anak-anak tersebut menjadi pengingat bahwa masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal akses pendidikan dan infrastruktur pendukung lainnya.
Selain bantuan sepeda, perhatian juga tertuju pada kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas umum. Jalan yang masih berupa batu dan belum mendapatkan peningkatan kualitas dinilai kurang layak digunakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus melintasinya setiap hari. Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat serta mobilitas warga di wilayah sekitar.
Anggota DPRD Karawang dari Fraksi Golkar, Abi Azis, menjelaskan bahwa kondisi jalan di Desa Kemiri telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, akses jalan yang baik sangat penting dalam mendukung kegiatan pendidikan, pertanian, serta aktivitas masyarakat lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat segera merealisasikan program peningkatan jalan di wilayah tersebut.
Lili Ghazali menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, usulan peningkatan jalan tersebut telah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Ia berharap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
Dengan adanya peningkatan jalan, para pelajar tidak lagi mengalami kesulitan saat berangkat ke sekolah dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.
Kondisi jalan tersebut selama ini tidak hanya digunakan sebagai akses menuju sekolah, tetapi juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian masyarakat serta akses menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jayakerta.
Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur dinilai akan memberikan manfaat yang luas bagi berbagai sektor. Kehadiran bantuan sepeda kepada kedua siswa menjadi langkah awal yang menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan warga di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan sosial ini, Karawang Peduli berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama memperhatikan kondisi pendidikan dan infrastruktur di daerah pelosok. Bantuan yang diberikan bukan hanya bertujuan membantu meringankan perjalanan kedua siswa menuju sekolah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap semangat belajar generasi muda.
Sementara itu, masyarakat berharap agar perhatian yang muncul dari viralnya peristiwa ini dapat berlanjut hingga terwujudnya pembangunan jalan yang lebih layak bagi warga Desa Kemiri dan sekitarnya.
(Laporan: Siti Romidah)