Karawang, JagatNusantara.co.id
Masih dalam suasana Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M yang bertepatan pada hari Jum’at, 29 Mei 2026, Relawan KDM Mania Kabupaten Karawang menggelar kegiatan makan bersama dan nyate bareng yang diikuti jajaran pengurus serta anggota KDMM. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bintang Alam, Kafe Kang Edi, dengan suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Momen lesehan bersama menjadi simbol eratnya hubungan antaranggota yang selama ini terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. Acara berlangsung hangat dan sederhana, namun penuh makna bagi seluruh keluarga besar KDM Mania Karawang.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan rapat bulanan organisasi yang membahas program kerja serta evaluasi kegiatan sosial yang telah berjalan. Dalam rapat tersebut, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan demi kemajuan organisasi ke depan.
Kebersamaan yang terbangun dalam suasana santai membuat diskusi berjalan cair dan penuh semangat. Setelah rapat selesai, acara dilanjutkan dengan hiburan karaoke bersama yang semakin menambah keakraban antaranggota dan pengurus KDMM.
Ketua KDMM, Atma Wijaya atau yang akrab disapa Mg. Peloy, mengingatkan seluruh anggota agar tidak melupakan tujuan utama organisasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin di internal organisasi harus menjadi kekuatan untuk terus bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong harus tetap dijaga demi keberlangsungan kegiatan sosial yang selama ini dijalankan KDM Mania di Kabupaten Karawang.
“Momentum Idul Adha ini bukan hanya tentang berkumpul dan makan bersama, tetapi bagaimana kita memperkuat rasa persaudaraan agar tetap solid dalam membantu masyarakat. Saya ingin seluruh anggota tetap kompak, tetap peduli, dan tetap hadir untuk warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Atma Wijaya
di hadapan anggota dan pengurus KDMM yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Atma Wijaya juga mengajak seluruh anggota untuk tidak lelah menjalankan kegiatan sosial meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Menurutnya, keikhlasan dalam membantu sesama merupakan nilai utama yang harus dimiliki oleh setiap relawan. Ia berharap KDM Mania dapat terus menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan mampu memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.
“Jangan pernah lelah untuk sosial, karena apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bekal dan modal kita di akhirat nanti. Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya, cukup dengan niat tulus dan kepedulian yang besar, itu sudah menjadi amal yang sangat berarti,” kata Atma Wijaya.
Suasana hangat dalam kegiatan tersebut semakin terasa ketika seluruh anggota menikmati kebersamaan tanpa membedakan jabatan maupun posisi di organisasi. Semua duduk lesehan, bercanda, berdiskusi, dan menikmati hidangan bersama dengan penuh rasa kekeluargaan.
Hal tersebut menjadi gambaran bahwa KDM Mania tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga membangun hubungan persaudaraan yang kuat antaranggota.
“Kita ini keluarga besar. Jangan sampai ada sekat di antara anggota maupun pengurus. Kalau kebersamaan terus dijaga, maka organisasi ini akan semakin kuat dan semakin dipercaya masyarakat. Saya ingin KDM Mania tetap menjadi rumah untuk saling mendukung dan saling membantu,” ungkap Atma Wijaya dalam suasana penuh keakraban.
Atma Wijaya juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk menjaga solidaritas organisasi. Menurutnya, kekuatan sebuah komunitas bukan hanya terletak pada banyaknya anggota, tetapi pada kekompakan dan kepedulian yang dimiliki oleh setiap anggotanya.
Ia menilai bahwa tradisi sederhana seperti makan bersama mampu mempererat hubungan emosional antarrelawan dan pengurus.
“Idul Adha mengajarkan kita arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Saya berharap seluruh anggota KDM Mania tetap menjaga semangat kebersamaan ini dan terus hadir di tengah masyarakat. Selama kita masih bisa membantu orang lain, maka jangan pernah berhenti untuk berbuat baik,” tutup Atma Wijaya atau Mg. Peloy.
(Laporan: Siti Romidah