Bupati Aep Syaepuloh Dorong Soliditas MBI Karawang di Rakerwil dan Halal Bihalal Jelang Munas

KARAWANG, JagatNusantara.co.id
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Motor Besar Indonesia (MBI) yang akan digelar pada September mendatang, MBI Karawang mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Halal Bihalal di kawasan Dewi Air, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dihadiri jajaran pengurus, anggota, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan yang turut memberikan dukungan terhadap agenda organisasi tersebut.


Kehadiran Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Ia tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para anggota MBI. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah organisasi yang terus berkembang.


Agenda utama dalam Rakerwil ini difokuskan pada pembahasan program kerja strategis sebagai langkah persiapan menuju Munas. Berbagai usulan dan gagasan disampaikan oleh peserta sebagai bentuk kesiapan MBI Karawang dalam menghadapi agenda nasional tersebut. Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk menyatukan visi dan arah organisasi ke depan agar lebih terstruktur dan berdampak luas.


Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap seluruh kegiatan organisasi dapat selaras dengan kebutuhan daerah serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan, khususnya di sektor ekonomi dan sosial kemasyarakatan.


Menurutnya, komunitas seperti MBI memiliki potensi besar dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dengan jaringan luas yang dimiliki para anggota, promosi destinasi wisata lokal dapat dilakukan secara lebih efektif dan menjangkau berbagai kalangan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal MBI Karawang, Aris Sutanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerwil merupakan amanat organisasi yang wajib dilakukan sebelum Munas. Hal ini merujuk pada ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi.


“Terkait AD/ART MBI Karawang, pelaksanaan Rakerwil menjadi kewajiban sebelum Munas digelar,” ujar Aris di hadapan peserta kegiatan. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah strategis serta mengevaluasi program yang telah berjalan agar lebih optimal ke depannya.


Aris menambahkan bahwa kegiatan Halal Bihalal dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Ia menilai komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga kekompakan organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.


Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas anggota MBI Karawang berasal dari kalangan pengusaha. Hal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong berbagai program, termasuk dalam upaya mempromosikan UMKM serta mengangkat potensi wisata daerah agar lebih dikenal secara luas.


“Ke depan, kami akan melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Karawang untuk membantu mempromosikan UMKM lokal,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran MBI sebagai mitra strategis pemerintah daerah.


Lebih lanjut, Aris mengimbau anggota muda untuk aktif menjalin komunikasi dengan anggota senior. Menurutnya, sinergi lintas generasi sangat penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi serta menciptakan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.


Terkait agenda nasional, Aris memastikan bahwa Munas MBI akan digelar pada September mendatang di Lampung. Ia berharap seluruh persiapan dari tingkat daerah dapat berjalan optimal sehingga MBI Karawang dapat memberikan kontribusi nyata dalam forum nasional tersebut.


Penasehat Umum MBI, H. Dewasena, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperkuat citra positif komunitas motor besar di mata masyarakat.


Ia menegaskan bahwa MBI ingin mengubah stigma negatif terhadap pengguna motor gede dengan menunjukkan sikap berkendara yang santun dan tertib di jalan raya. “Kami ingin menunjukkan sikap santun dan tidak ugal-ugalan saat berkendara di jalan,” tegasnya.


Di akhir kegiatan, Aris berharap jumlah anggota MBI Karawang terus bertambah dan semakin solid. Ia juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Karawang, sejalan dengan program pemerintah daerah yang tengah digalakkan.


Dengan sinergi antara anggota, pemerintah, dan masyarakat, MBI Karawang optimistis dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.

(Laporan: Siti Romidah)