KARAWANG, JagatNusantara.co.id
Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Kerakyatan (FBK). menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, Minggu (8/3/2026), dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2026. Aksi ini menjadi ruang bagi buruh perempuan untuk menyuarakan tuntutan kesetaraan, keadilan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Aksi yang berlangsung di kawasan Karawang Barat tersebut diikuti oleh sejumlah buruh perempuan dan aktivis organisasi buruh. Mereka membawa poster, spanduk, serta menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan, khususnya di lingkungan kerja.
Para peserta aksi menilai bahwa peringatan International Women’s Day tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum ini dianggap penting untuk mengingatkan kembali bahwa perjuangan perempuan dalam memperoleh hak yang setara masih terus berlangsung hingga saat ini.
Ketua Federasi Buruh Kerakyatan, Syaripudin, mengatakan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial, ekonomi, maupun politik di masyarakat. Karena itu, suara perempuan harus mendapat ruang yang setara dalam berbagai proses pengambilan keputusan.
Menurut Syaripudin, perempuan tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan bagian penting dari kekuatan sosial yang mampu mendorong transformasi menuju masyarakat yang lebih adil.
“Perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan ekonomi maupun politik. Mereka adalah penggerak perubahan yang memiliki hak yang sama untuk didengar dan dihargai,” ujar Syaripudin saat menyampaikan orasi di hadapan para peserta aksi.
Ia juga menyoroti masih adanya berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan yang dialami perempuan, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sosial. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alasan kuat bagi gerakan buruh untuk terus memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan.
Melalui aksi tersebut, FBK juga mendesak pemerintah daerah agar lebih serius menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Hal ini dinilai penting mengingat banyak perempuan bekerja di sektor industri di Karawang.
Sementara itu, Koordinator Aksi yang juga Bidang DPBP Perjuangan Buruh Perempuan DPP FBK, Rina Oktora, mengatakan bahwa solidaritas antarperempuan perlu terus diperkuat, khususnya di kalangan buruh.
Menurut Rina, perjuangan perempuan tidak boleh berhenti pada slogan atau peringatan simbolik semata. Ia menilai bahwa perjuangan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang mampu memberikan perlindungan serta kesempatan yang setara bagi perempuan.
“Aksi ini menjadi pengingat bahwa suara perempuan harus terus diperjuangkan. Kami ingin memastikan bahwa perempuan memiliki ruang yang aman, suportif, dan inklusif, baik di tempat kerja maupun di lingkungan sosial,” katanya.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya solidaritas dalam memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, termasuk perempuan pekerja. Sejumlah organisasi perempuan turut menjadi simbol perjuangan dalam mendorong perubahan sosial.
Salah satu yang disoroti adalah semangat perjuangan buruh perempuan yang selama ini diwakili oleh gerakan Suara Marsinah, yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di dunia kerja.
Para peserta aksi berharap peringatan International Women’s Day 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender. Mereka juga menegaskan bahwa kekuatan, keberanian, dan solidaritas perempuan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.