KARAWANG, JagatNusantara.co.id
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan silaturahmi dan penguatan organisasi di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Rawamerta, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh konsolidasi internal sekaligus menegaskan peran strategis perempuan Nahdliyin di tingkat akar rumput.
Silaturahmi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari agenda organisasi untuk menjaga kesinambungan gerakan Muslimat NU di tengah dinamika sosial, budaya, dan kebangsaan yang terus berkembang. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan langsung antara pengurus cabang dan kader di tingkat kecamatan.
Kegiatan mengusung tema “Muslimat Bersatu Menjalin Silaturahmi, Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Mengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Mulia.” Tema tersebut merefleksikan arah perjuangan Muslimat NU yang berpijak pada nilai keislaman, perawatan tradisi, penguatan kemandirian perempuan, serta komitmen kebangsaan.
Ribuan kader Muslimat NU memadati lokasi kegiatan. Mereka berasal dari jajaran pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Karawang, pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Rawamerta, hingga anggota dari berbagai ranting. Kehadiran ribuan peserta tersebut mencerminkan kuatnya basis massa serta soliditas organisasi Muslimat NU di Kabupaten Karawang.
PC Muslimat NU Kabupaten Karawang menilai kegiatan silaturahmi ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi organisasi. Selain menjadi ajang temu kader, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi program kerja, serta meneguhkan komitmen perjuangan organisasi di tingkat lokal.
Acara diisi dengan tausiyah oleh KH Ahmad Tatang Syihabuddin, Dewan Masyayikh Nasional sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren An-Nihayah Rawamerta. Kehadiran tokoh pesantren tersebut memberikan penguatan spiritual dan keilmuan dalam rangkaian kegiatan silaturahmi.
Dalam ceramahnya, KH Ahmad Tatang menegaskan bahwa silaturahmi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan umat dan organisasi. Menurutnya, kebersamaan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjaga nilai perjuangan menjadi kunci keberlangsungan organisasi.
Ia juga menekankan peran Muslimat NU sebagai penjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Tradisi tersebut, kata dia, harus terus dirawat agar tetap menjadi pedoman hidup di tengah perubahan zaman.
KH Ahmad Tatang menyoroti pentingnya peran perempuan Muslimat NU dalam membina keluarga dan mendidik generasi. Menurutnya, ketahanan moral dan sosial masyarakat sangat ditentukan oleh peran perempuan dalam menjaga nilai, akhlak, dan budaya.
Selain penguatan keagamaan, rangkaian acara juga diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna, mencerminkan semangat persatuan dan harapan agar organisasi terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan paduan suara dari kader Muslimat NU yang membawakan lagu-lagu bernuansa kebangsaan dan keorganisasian. Penampilan ini menambah kekhidmatan acara sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan peserta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan layanan mobil kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta dan masyarakat sekitar. Layanan ini menjadi bagian dari komitmen Muslimat NU dalam kerja-kerja pelayanan sosial.
Mobil kesehatan tersebut menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar bagi para peserta sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kesehatan perempuan dan masyarakat. Kehadiran layanan ini menegaskan bahwa Muslimat NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam pelayanan sosial kemasyarakatan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak begitu kental. Ribuan peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme.
PC Muslimat NU Kabupaten Karawang berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran PAC Muslimat NU Kecamatan Rawamerta sebagai garda terdepan organisasi di tingkat masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan dan sosial.
Melalui penguatan silaturahmi, perawatan tradisi, penguatan kemandirian, serta pelayanan sosial yang nyata, Muslimat NU diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa dan membangun peradaban yang berakhlak mulia.
(Laporan: Siti Romidah)