|JagatNusantara.co.id| KARAWANG
Warga Desa Kondang Jaya, Kabupaten Karawang, dikejutkan oleh penemuan seorang penghuni rumah kontrakan yang ditemukan meninggal dunia di dalam tempat tinggalnya pada Minggu, (18/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT 09 RW 08, Kampung Benda Sari 1, dan langsung menyita perhatian warga sekitar.
Korban diketahui menempati rumah kontrakan milik Ibu Ijah. Berdasarkan keterangan warga, korban sudah tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari terakhir sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Dugaan sementara menyebutkan korban telah meninggal dunia sekitar lima hingga enam hari sebelum penemuan. Hal tersebut diperkuat oleh kondisi jenazah saat pertama kali diketahui serta bau menyengat yang tercium dari dalam rumah kontrakan.
Awalnya, warga sekitar mengira korban sedang bepergian atau tidak berada di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kecurigaan muncul setelah tidak ada aktivitas sama sekali dari dalam kontrakan tersebut.
Kecurigaan warga semakin kuat ketika bau tidak sedap tercium dari arah rumah kontrakan. Warga kemudian berinisiatif melaporkan kondisi tersebut kepada pihak lingkungan setempat untuk dilakukan pengecekan.
Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian. Aparat dan pihak terkait kemudian memastikan keberadaan korban di dalam rumah kontrakan tersebut.
Menurut Bagiono, selaku narasumber dan wakil yang mengetahui kondisi lingkungan setempat, korban merupakan penghuni kontrakan milik Ibu Ijah dan diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
“Korban tinggal di kontrakan milik Ibu Ijah. Perkiraan kami, korban sudah meninggal sekitar lima sampai enam hari sebelum akhirnya diketahui warga,” ujar Bagiono.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas memastikan bahwa jenazah perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Jenazah kemudian dievakuasi dari rumah kontrakan dengan pengawalan petugas. Proses evakuasi berlangsung dengan tertib guna menghindari kerumunan warga di sekitar lokasi.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk dilakukan otopsi sebagai bagian dari prosedur lanjutan pemeriksaan.
Otopsi tersebut bertujuan untuk memastikan penyebab kematian korban serta memberikan kepastian secara medis atas peristiwa yang terjadi di lingkungan permukiman warga tersebut.
Hingga saat ini, hasil resmi pemeriksaan dari pihak rumah sakit masih menunggu proses lebih lanjut. Pihak terkait belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat sekitar. Warga berharap hasil pemeriksaan dapat segera memberikan kejelasan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama warga.