|JagatNusantara.co.id| KARAWANG
Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI digelar sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat cabang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi di Kabupaten Karawang.
Pelaksanaan Muscab ke-VI berlangsung secara tertib, disiplin, dan penuh keseriusan. Jalannya sidang dipimpin oleh Natala Sumeda, kader PDI Perjuangan asal Gempol Rawa, yang memandu forum dengan sikap tegas, lugas, serta berorientasi pada hasil keputusan yang bersifat mengikat.
Muscab ke-VI dihadiri oleh perwakilan dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Karawang Barat, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Pangkalan, dan Tegalwaru. Kehadiran seluruh perwakilan tersebut mencerminkan kuatnya partisipasi struktur organisasi di tingkat basis.
Partisipasi aktif dari lima kecamatan ini menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan langkah, menyelaraskan pandangan, serta memperkuat soliditas organisasi.
Dalam sambutan pembuka, Natala Sumeda menegaskan bahwa Muscab harus melahirkan keputusan yang jelas, tegas, dan tidak multitafsir. Ia menekankan bahwa organisasi tidak boleh berjalan tanpa arah serta harus memiliki keberanian dalam bersikap.
“Muscab ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang. Apa yang diputuskan di sini wajib dijalankan oleh seluruh struktur organisasi tanpa kecuali,” tegas Natala Sumeda.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin organisasi, loyalitas terhadap keputusan bersama, serta komitmen kolektif dalam menjalankan hasil musyawarah secara konsisten. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi dari kesatuan sikap dan kemampuan menjalankan keputusan secara bertanggung jawab.
Forum Muscab kemudian diisi dengan penyampaian laporan, evaluasi kinerja, serta usulan program kerja dari masing-masing perwakilan kecamatan. Seluruh peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka dan konstruktif.
Diskusi berlangsung dinamis namun tetap berada dalam koridor musyawarah mufakat, dengan fokus pada penguatan struktur organisasi serta peningkatan peran organisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dede Anwar dalam keterangannya menyampaikan bahwa Muscab ke-VI merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali garis perjuangan organisasi agar tetap konsisten dan berpihak pada kepentingan anggota.
“Muscab ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi momentum evaluasi dan peneguhan arah perjuangan. Soliditas dan kedisiplinan menjadi kunci agar organisasi tetap kuat dan dipercaya oleh anggotanya,” ujar Dede Anwar.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Muscab harus dijalankan secara kolektif dan bertanggung jawab oleh seluruh struktur organisasi tanpa terkecuali.
Salah satu peserta Muscab menyampaikan bahwa forum ini menjadi sarana penting untuk meluruskan kembali arah gerak organisasi agar tetap berada pada jalur perjuangan yang telah ditetapkan.
“Kami ingin hasil Muscab ini tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan,” ujar salah satu perwakilan kecamatan.
Menjelang penutupan, seluruh peserta Muscab ke-VI menyatakan komitmen bersama untuk mengawal dan melaksanakan setiap keputusan yang telah ditetapkan dalam forum tersebut.
Dengan berakhirnya Musyawarah Cabang ke-VI, organisasi diharapkan semakin solid, tegas dalam sikap, serta mampu menjalankan peran strategisnya secara optimal demi kepentingan anggota dan masyarakat di Kabupaten Karawang.
(Laporan Siti Romidah)