Mobil Cold Diesel Terjun ke Saluran Air Berarus Deras di Belendung Karawang, Pengemudi Hilang


|JagatNusantara.co.id| KARAWANG
Kecelakaan lalu lintas serius kembali terjadi di Kabupaten Karawang. Sebuah mobil cold diesel kolbuntung bermuatan barang terjun ke saluran air berarus deras di Desa Belendung, Kecamatan Kelari, Sabtu sore sekitar pukul 15.45 WIB, menyebabkan satu orang pengemudi dilaporkan hilang.


Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan melaju dari arah Kelari menuju Telagasari. Namun setibanya di lokasi kejadian, mobil diduga kehilangan kendali, mendadak oleng, lalu berbelok ke kanan hingga jatuh ke saluran air dengan kedalaman lebih dari dua meter.


Derasnya debit air membuat kendaraan langsung terseret arus, bahkan menghilang dari permukaan dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat upaya penyelamatan awal menjadi sangat sulit dilakukan.


Seorang tukang parkir di sekitar lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan.


“Mobil tiba-tiba belok ke kanan, seperti sopir kaget. kolbuntung banting stir lalu tenggelam ke dalam. Airnya deras dan dalam,” ujarnya.


Warga sekitar berupaya memberikan pertolongan secara spontan, namun kuatnya arus air serta keterbatasan alat keselamatan membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.


Dalam peristiwa itu, satu orang pengemudi mobil cold diesel dinyatakan hilang dan diduga kuat terseret arus saluran air. Hingga Sabtu petang, korban belum ditemukan.


Ironisnya, hingga berita ini diturunkan belum terlihat kehadiran tim evakuasi, baik dari BPBD Kabupaten Karawang maupun instansi terkait lainnya, di lokasi kejadian.
Proses pencarian sementara masih mengandalkan warga setempat, yang menyusuri aliran saluran air secara manual dengan risiko keselamatan yang tinggi.


Warga menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan titik rawan kecelakaan yang kerap menelan korban, khususnya kendaraan besar yang melintas.
Ketiadaan pembatas jalan, minimnya rambu peringatan, serta buruknya penerangan dinilai sebagai faktor utama yang memperbesar potensi kecelakaan di kawasan tersebut.


“Sudah sering kejadian kendaraan masuk saluran air. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Ini sangat berbahaya,” kata seorang warga dengan nada tegas.


Hingga berita ini diturunkan, kendaraan masih berada di dalam saluran air, sementara masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evakuasi serta evaluasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak terus berulang.