|JagatNusantara.co.id| KARAWANG
Banjir yang melanda wilayah Gempol Rawa menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Merespons kondisi itu, DPD PDI Perjuangan membuka penampungan sementara bagi warga terdampak banjir. Penampungan difungsikan sebagai tempat berlindung bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Selain penampungan, DPD PDI Perjuangan juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Dapur umum tersebut melayani sedikitnya tujuh rukun tetangga (RT) yang terdampak langsung banjir.
Sejak dibuka, dapur umum telah menyiapkan makanan siap saji yang didistribusikan secara berkala kepada warga di lokasi pengungsian maupun di rumah-rumah yang masih terendam air.
Wakil Ketua PDI Perjuangan, Novi Nur Agustianti, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial partai terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Dalam situasi seperti ini, kehadiran semua pihak sangat dibutuhkan. PDI Perjuangan berupaya hadir membantu masyarakat melalui penampungan dan dapur umum agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” kata Novi saat ditemui di lokasi penampungan.
Menurut Novi, pendirian dapur umum dilakukan untuk memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan makanan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Ia menjelaskan, dapur umum tersebut dikelola secara gotong royong oleh kader partai bersama relawan, dengan tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan yang disajikan.
“Dapur umum ini kami siapkan untuk melayani tujuh RT. Selama kondisi masih darurat, kami akan terus berupaya memastikan distribusi makanan berjalan lancar,” ujar Novi.
Warga yang mengungsi menyambut baik keberadaan penampungan dan dapur umum tersebut. Bantuan makanan dan tempat berteduh dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan akibat banjir.
Selain bantuan pangan, para relawan juga membantu warga membersihkan lingkungan serta mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat terdampak.
Novi menambahkan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi sosial, dan masyarakat.
Ia berharap, ke depan, upaya mitigasi dan penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih terencana agar dampak bencana serupa dapat diminimalkan. Sementara itu, kondisi banjir di Gempol Rawa dilaporkan mulai berangsur surut, meskipun sebagian wilayah masih tergenang air.
DPD PDI Perjuangan menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan tetap diberikan hingga kondisi warga benar-benar pulih.
(Red)