|JagatNusantara.co.id| KARAWANG
Banjir masih menggenangi Kampung Bakan Jati, RT 44 RW 19, Kelurahan Karyasari, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Peristiwa ini berdampak langsung pada aktivitas warga serta menimbulkan kekhawatiran karena belum terlihat penanganan yang signifikan dari pemerintah setempat.
Pantauan di lokasi pada Jum’at (23 Januari 2026) memperlihatkan genangan air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Sejumlah rumah terendam, sementara akses jalan lingkungan sulit dilalui sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
Banjir tersebut dialami oleh warga Kampung Bakan Jati yang bermukim di kawasan padat penduduk. Anak-anak, lansia, serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi kelompok yang paling merasakan dampak dari genangan air yang bertahan cukup lama.
Menurut keterangan warga, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Air hujan yang tidak tertampung dengan baik kemudian meluap dan masuk ke permukiman warga.
Selain curah hujan, kondisi saluran drainase yang tidak berfungsi optimal turut memperparah banjir. Aliran air tersumbat sehingga tidak dapat mengalir ke saluran pembuangan utama dan akhirnya menggenangi rumah-rumah warga.
Hingga Jum’at siang, warga mengaku belum melihat kehadiran pemerintah kelurahan maupun instansi terkait di lokasi banjir. Tidak tampak adanya penanganan darurat seperti penyedotan air, normalisasi saluran, ataupun pendirian posko siaga. Salah seorang warga Kampung Bakan Jati, Mamake, mengatakan banjir yang terjadi kali ini sangat mengganggu kehidupan warga.
“Air sudah lama menggenang, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Kami hanya bisa bertahan di rumah sambil menunggu air surut,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh. Sejumlah warga kesulitan berangkat bekerja, anak-anak terhambat mengikuti kegiatan belajar, dan usaha kecil yang dijalankan dari rumah tidak dapat beroperasi secara normal.
Warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat genangan air yang bercampur lumpur dan sampah. Risiko penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya dinilai semakin meningkat, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Menurut warga, banjir bukan kali pertama melanda wilayah tersebut. Setiap musim hujan, Kampung Bakan Jati kerap menjadi titik rawan genangan, namun hingga kini belum ada solusi permanen yang dirasakan masyarakat.
Masyarakat berharap Lurah Karyasari, Asur, bersama pemerintah kecamatan serta dinas dan instansi terkait dapat segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya terjadi.
Warga menilai kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk melakukan pendataan, tetapi juga untuk memastikan adanya penanganan darurat yang nyata dan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
Selain penanganan jangka pendek, warga juga berharap adanya langkah jangka panjang berupa perbaikan drainase dan penataan sistem aliran air agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Hingga berita ini diturunkan pada Jum’at Sore (23 Januari 2026), belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun instansi terkait mengenai rencana penanganan banjir di Kampung Bakan Jati, Kelurahan Karyasari. Warga pun masih menunggu respons dan tindakan konkret dari pemerintah.